atrasdamoita.com – Setelah vakum selama 17 tahun, salah satu hotel paling ikonik di Brussel telah kembali beroperasi. Corinthia Grand Hotel Astoria Brussels, yang sebelumnya dikenal sebagai Hotel Astoria, kini hadir kembali dengan kemewahan yang dipadukan dengan sentuhan modern, sambil tetap mempertahankan pesona arsitektur Belle Époque yang telah menjadikannya legenda sejak awal abad ke-20 .

Sejarah Panjang yang Kembali Bersinar

Dibangun pada tahun 1909 atas permintaan Raja Leopold II untuk menyambut Pameran Dunia Brussel tahun 1910, hotel ini dirancang oleh arsitek Henri Van Dievoet . Sejak awal, Hotel Astoria dirancang sebagai istana untuk menjamu tamu-tamu terhormat raja, dengan fasad bergaya Neoklasik dan interior mewah yang mencerminkan kemegahan zamannya .

Selama lebih dari satu abad, hotel ini menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Brussel dan menjadi tempat menginap bagi berbagai tokoh ternama dunia. Winston Churchill, Presiden AS Dwight Eisenhower, Kaisar Hirohito dari Jepang, pelukis Salvador Dali, hingga penulis James Joyce pernah menikmati kemewahan hotel ini . Bahkan untuk pernikahan Pangeran Philippe dan Putri Mathilde pada tahun 1999, Raja Albert II dan Ratu Paola menggelar resepsi besar di hotel ini .

Sayangnya, hotel ini harus tutup pada tahun 2007 dan terbengkalai selama bertahun-tahun. Setelah sempat diakuisisi oleh investor asal Arab Saudi, properti ini akhirnya dibeli oleh Corinthia Hotels Group pada tahun 2016 . Setelah melalui proses restorasi yang panjang dan menantang, hotel ini akhirnya dibuka kembali pada 9 Desember 2024 dengan nama Corinthia Grand Hotel Astoria Brussels .

Keajaiban Arsitektur dan Restorasi

Salah satu tantangan terbesar dalam restorasi hotel ini adalah menggabungkan pelestarian warisan sejarah dengan kebutuhan modern . Proyek yang menelan biaya sekitar €150 juta ini mencakup restorasi fasad dan interior bangunan . Hasilnya sungguh memukau.

Showpiece utama hotel ini adalah Palm Court, sebuah ruang serba guna dengan langit-langit setinggi 11 meter, dihiasi langit-langit kaca patri spektakuler yang direkonstruksi berdasarkan foto-foto asli setelah atap aslinya hilang pada tahun 1948 . Tangga megah yang menghubungkan lantai-lantai hotel menambah kesan agung ruangan ini .

Keseluruhan proses restorasi dikerjakan dengan cermat seperti jam tangan . Lampu gantung kristal, cermin besar, dan ornamen ukiran halus dipugar dengan presisi tinggi, sementara warna-warna asli dinding ditemukan kembali melalui teknik stratigrafi .

Fasilitas Modern dalam Balutan Sejarah

Corinthia Grand Hotel Astoria Brussels menawarkan 126 kamar dan suite, termasuk 5 suite signature yang sangat eksklusif . Setiap kamar dirancang dengan langit-langit tinggi, kamar mandi marmer, dan skema warna biru menenangkan dengan aksen perunggu, menciptakan perpaduan antara kenyamanan modern dan nuansa klasik .

Fasilitas hotel juga mencakup :

Kuliner Bintang Michelin

  • Palais Royal: Restoran gastronomi Chef David Martin yang memenangkan dua bintang Michelin 

  • Le Petit Bon Bon: Brasserie Belgia kelas atas oleh Chef Christophe Hardiquest 

  • Under the Stairs: Bar koktail inovatif oleh mixologist Hannah Van Ongevalle 

  • Palm Court: Ruang teh untuk menikmati sore hari di bawah langit-langit kaca patri 

Spa dan Kebugaran

Corinthia Spa by Sisley seluas 1.200 m² merupakan salah satu fasilitas unggulan, dengan kolam renang indoor, sauna, hammam, dan gym yang dikelola oleh pelatih fisik terkenal Paul Tucker .

Lokasi Strategis

Berlokasi di Rue Royale, hotel ini berada di kawasan elit Notre Dame aux Neiges, berdekatan dengan Istana Kerajaan dan Parc de Bruxelles. Pengunjung dapat berjalan kaki ke Grand-Place dalam waktu sekitar 15 menit dan mengakses kawasan institusi Eropa dengan mudah .

Harga dan Eksklusivitas

Sebagai salah satu dari sedikit hotel bintang lima superior di Belgia, menginap di sini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit . Harga kamar standar mulai dari sekitar €556 hingga €700 per malam, sementara suite penthouse dengan pemandangan panorama Brussel bisa mencapai €20.000-€21.000 per malam .

Meskipun demikian, manajemen hotel menekankan bahwa mereka tidak ingin menjadi hotel yang kaku dan eksklusif. “Kami ingin semua orang merasa diterima,” kata Sophie Clarke, direktur penjualan dan pemasaran . Restoran, bar, dan spa hotel terbuka untuk umum, sehingga masyarakat Brussel pun dapat menikmati suasana hotel tanpa harus menginap .

Penghargaan dan Pengakuan

Dalam ulasannya, Business Traveller menyebut hotel ini sebagai properti megah yang berhasil merebut kembali kejayaannya . Journal des Palaces memuji perpaduan kemewahan Malta dengan seni hidup Brussel, serta pelayanan autentik yang diberikan oleh setiap staf . Dengan rating 9.4/10 dari para tamu di berbagai platform , Corinthia Grand Hotel Astoria Brussels tampaknya berhasil memenuhi ekspektasi tinggi yang menyertainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *